Jumat, 01 Juni 2012

Suku Papua dan Filsafat Hidup





      Dewasa ini ditengah-tengah kemakmuran yang melejit, bangsa-bangsa didunia bersiap-siap untuk memasuki milenium baru dengan bernuansa modernisme, mengapa manusia pedalaman, pesisir pantai ditantang untuk memasuki abad baru yang menantang itu dengan berbusana tradisi masing-masing masyarakat papua. Mungkinkah strategi pembangunan yang keliru sehingga mendiskriminasikan untuk menikmati hasil-hasil pembangunan ataukah Tuhan menciptakan mereka (orang tua kami) hidup dalam keadaan begini sepanjang perjalanan hidup mereka. Survivekah mereka? Pertanyaan reflektif inilah yang mendorong kami sebagai anak mereka yang dilahirkan di pedalaman dan pesisir papua harus mengadakan analisa secara ilmiah tentang bagaimana tantangan membangun mereka, dan apa peluang untuk membangun mereka, serta apa peluang untuk menentukan perspektif masa depan yang tepat buat mereka diatas tanah papua . Dan kami menyadari bahwa hal itu terjadi karena kita tidak mengambil keputusan dengan baik sesuai dengan pola pikir yang dipengaruhi oleh budaya setempat atau peradabaan hidup mereka.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar